Universitas Muhammadyah Babel Dorong Mahasiswa Kritis Hadapi Revolusi Keuangan Digital, Kripto Bukan Sekadar Tren

PANGKALPINANG, BERINDO.ID – Perkembangan ekonomi digital membuka peluang baru di sektor keuangan, tetapi juga menghadirkan risiko yang tidak boleh diabaikan. Mahasiswa dituntut memiliki literasi digital yang kuat agar mampu memahami inovasi keuangan, termasuk aset kripto, secara kritis sebelum mengambil keputusan.

Pesan tersebut mengemuka dalam seminar SMSI Bangka Belitung Goes to Campus bertajuk “Revolusi Ekonomi Digital: Memahami Aset Kripto dan Transformasi Keuangan Masa Depan” yang digelar di Auditorium Sofyan Tsauri, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UMBB), Selasa (20/10/2026).

banner dalam.jpg

Rektor UMBB yang diwakili Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dedy Putranto, M.Pd., AIFO-P, menyampaikan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat bekerja, menjalankan usaha, berinvestasi, hingga mengelola keuangan.

Menurutnya, perubahan tersebut menuntut generasi muda untuk tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami cara kerja, manfaat, dan risiko yang menyertainya.

Dalam sambutan Rektor yang dibacakannya, Dedy menegaskan bahwa pengetahuan tentang aset kripto tidak harus berujung pada keputusan untuk berinvestasi.

“Memahami aset kripto tidak sama dengan harus berinvestasi pada aset kripto. Literasi yang baik justru memberikan kemampuan kepada kita untuk menilai suatu instrumen secara objektif sebelum mengambil keputusan,” demikian pesan Rektor UMBB.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya pendidikan keuangan di tengah meningkatnya arus informasi dan promosi investasi melalui platform digital. Mahasiswa perlu memiliki dasar pengetahuan yang cukup agar tidak mudah terpengaruh oleh tren maupun tawaran keuntungan yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.

Risiko aset kripto yang perlu dipahami antara lain perubahan harga yang tajam, penipuan berkedok investasi, penyalahgunaan identitas digital, serta persoalan keamanan aset. Kurangnya pemahaman terhadap risiko tersebut dapat membuat seseorang rentan mengalami kerugian.

Dedy juga mengingatkan bahwa kecepatan penyebaran informasi di dunia digital tidak selalu sejalan dengan kebenaran informasi yang beredar. Karena itu, sikap kritis dan kemampuan melakukan verifikasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.

Seminar tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai peluang aset kripto, tetapi juga memperkuat pemahaman tentang pengelolaan risiko, perlindungan konsumen, dan tanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan.

UMBB memandang perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Salah satunya melalui kegiatan edukasi yang mempertemukan wawasan akademik dengan perkembangan teknologi dan praktik keuangan di masyarakat.

Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan mampu melihat ekonomi digital secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi peluang, tetapi juga dari aspek keamanan, keberlanjutan, dan konsekuensi setiap keputusan.

Pesan yang disampaikan dalam sambutan Rektor juga menggarisbawahi bahwa mengikuti perkembangan zaman membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan beradaptasi. Pemahaman mendalam dan kemampuan menilai informasi secara objektif menjadi faktor penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat.

Seminar SMSI Bangka Belitung Goes to Campus secara resmi dibuka oleh Dedy Putranto yang mewakili Rektor UMBB. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai transformasi keuangan dan tantangan ekonomi digital di masa depan.(B*/Wp)