Tak Cukup Cetak Juara, PBVSI Babel Dorong Klub Voli Berbenah hingga ke Level Organisasi

PANGKALPINANG, BERINDO.ID– Pembinaan bola voli tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet di lapangan. Pengelolaan klub yang tertib, administrasi yang rapi, serta kompetisi berjenjang menjadi fondasi penting untuk melahirkan atlet berprestasi. Hal inilah yang mulai didorong Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kepulauan Bangka Belitung melalui Liga Super PBVSI Putaran Final 2026.

Ketua Umum Pengprov PBVSI Kepulauan Bangka Belitung, Bambang Patijaya, mengatakan kompetisi yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026 tersebut tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kelembagaan klub dan meningkatkan kualitas pembinaan atlet.

banner dalam.jpg

“Melalui kegiatan ini, kami juga melakukan pembinaan secara kelembagaan kepada klub-klub, terutama dalam pendataan dan merapikan administrasi. Dengan demikian, klub memiliki ruang yang lebih baik untuk melakukan pembinaan dan mencetak atlet,” kata Bambang saat pembukaan Liga Super PBVSI Babel di GOR Depati Bahrain, Pangkalpinang, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, pembenahan organisasi klub diperlukan agar proses pembinaan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. Dengan tata kelola yang lebih baik, klub diharapkan tidak hanya aktif ketika turnamen berlangsung, tetapi juga mampu menyiapkan atlet melalui program latihan dan kompetisi yang konsisten.

Liga Super PBVSI Babel Putaran Final 2026 diikuti 28 klub, terdiri atas 14 klub putra dan 14 klub putri. Peserta merupakan klub yang meraih peringkat pertama dan kedua dalam kompetisi seri di masing-masing kabupaten/kota se-Bangka Belitung.

Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi dengan pembagian dua pool pada setiap kategori. Tim peringkat pertama dan kedua dari masing-masing pool selanjutnya melaju ke semifinal dengan sistem silang untuk memperebutkan tempat di partai final.

Bambang menyebut kompetisi tersebut merupakan salah satu panggung tertinggi bagi klub-klub bola voli di Bangka Belitung. Selain menguji kemampuan atlet, turnamen ini menjadi kesempatan bagi pengurus untuk melihat sejauh mana pembinaan di tingkat klub mampu menghasilkan pemain potensial.

Penguatan kelembagaan klub juga diharapkan berjalan seiring dengan terbukanya jalur bagi atlet daerah untuk menembus persaingan nasional.

Bambang mengungkapkan, PBVSI Babel telah menjalin komunikasi dengan klub bola voli nasional Surabaya Samator dan mengundang tim pencari bakat atau scouting untuk memantau pemain dalam kompetisi tersebut.

“Kami juga mengundang tim scouting dari Samator. Harapannya, melalui kompetisi seperti ini, bibit-bibit muda kita bisa muncul dan tidak hanya berhenti di Bangka Belitung, tetapi juga naik ke tingkat nasional, termasuk klub-klub yang bertanding di Proliga,” ujarnya.

Ia menilai, keberadaan kompetisi yang terstruktur dapat mempertemukan potensi atlet lokal dengan peluang pembinaan di level lebih tinggi. Dengan demikian, pemain yang memiliki kemampuan menonjol berpeluang mendapatkan perhatian klub nasional.

Kompetisi ini juga menjadi salah satu sarana pemantauan atlet potensial untuk mendukung pembinaan menuju ajang yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).

Di luar aspek prestasi, Bambang berharap Liga Super PBVSI Babel dapat memperkuat minat masyarakat terhadap olahraga bola voli. Menurut dia, bola voli memiliki karakter yang dekat dengan kehidupan masyarakat karena dapat dimainkan sebagai olahraga rekreasi sekaligus dikembangkan menjadi olahraga prestasi.

Dengan berlangsungnya kompetisi hingga 25 Oktober 2026, PBVSI Babel berharap lahir atlet-atlet potensial sekaligus terbentuk klub yang lebih tertata. Pembenahan tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem bola voli daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional.(B*/Wp)