PANGKALPINANG BERINDO.ID – Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang memperkuat koordinasi lintas sektor dan lintas program dalam upaya meningkatkan integrasi pelayanan kesehatan primer (ILP), khususnya untuk penanggulangan dan pencegahan HIV, tuberkulosis (TBC), malaria, dan hepatitis (ATMH).
Penguatan tersebut dibahas dalam Pertemuan Lintas Sektor dan Lintas Program dalam rangka Sosialisasi Penguatan Integrasi ATMH dalam Implementasi ILP yang berlangsung di Grand Safran Hotel, Pangkalpinang, Selasa (3/11/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Hisar Mangoloi Manalu, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi scale-up Integrasi Layanan Primer yang telah dirintis sejak 2020 dan terus diperkuat pada 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan berupaya membangun kesamaan pemahaman di antara pemangku kepentingan mengenai peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing dalam mendukung program penanggulangan ATMH.
“Penguatan kolaborasi dinilai penting agar upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga pelayanan terhadap masyarakat dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan.” Katanya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang koordinasi untuk menindaklanjuti perencanaan pembiayaan insentif kader Unit Pelayanan Kesehatan Desa dan Kelurahan (UPKDK) serta kader Posyandu yang melaksanakan kunjungan rumah kepada sasaran berdasarkan siklus hidup, terutama setelah berakhirnya dukungan pendanaan Global Fund.
“Pertemuan dilaksanakan selama satu hari melalui pemaparan materi, curah pendapat, serta diskusi dan tanya jawab. Peserta berasal dari lintas program Dinas Kesehatan, unit pelaksana teknis, serta unsur lintas sektor di Kota Pangkalpinang.” Ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini melibatkan 89 orang, termasuk peserta, narasumber, tim ILP Dinas Kesehatan, dan undangan lainnya.
Adapun narasumber berasal dari Wali Kota Pangkalpinang, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Pangkalpinang.
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada surat Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan Nomor YP.01.04/B.5/973/2026 tentang pemberitahuan implementasi scale-up integrasi pelayanan kesehatan melalui Dana Hibah Global Fund komponen RSSH Tahun 2026.
Dengan penguatan koordinasi F sektor dan lintas program, Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan Integrasi Layanan Primer sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit HIV, TBC, malaria, dan hepatitis di masyarakat.
Kegiatan tersebut didanai melalui Dana Hibah Global Fund Komponen RSSH Tahun 2026.(B*/Wp)








