Cegah Stunting, BKKBN Babel Apresiasi Penyediaan Sarana Air Bersih di Bangka Barat

BANGKA BARAT, BERINDO.ID – Akses air bersih menjadi salah satu faktor penting dalam upaya pencegahan stunting. Menyadari hal tersebut, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Kelabat, Kabupaten Bangka Barat, menyediakan sarana air bersih bagi keluarga berisiko stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Peresmian sarana tersebut berlangsung di Dusun Jebu Dara, Desa Kelabat, Kecamatan Parit Tiga, Senin (19/10/2026). Program ini mendapat apresiasi dari Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena dinilai menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kesehatan keluarga.

banner dalam.jpg

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudi Rafani, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan pendekatan menyeluruh, tidak hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga dengan memastikan keluarga memiliki akses terhadap air bersih, sanitasi layak, dan lingkungan yang sehat.

“Bantuan air bersih ini bukan sekadar pembangunan sarana, tetapi merupakan investasi bagi kesehatan keluarga dan masa depan anak-anak kita,” demikian pesan yang disampaikan Yudi dalam sambutannya.

Menurutnya, ketersediaan air bersih berkaitan erat dengan upaya menjaga kesehatan ibu dan anak. Akses air yang memadai dapat mendukung penerapan perilaku hidup bersih dan sehat sekaligus membantu mengurangi risiko penyakit infeksi yang berpotensi mengganggu pertumbuhan anak.

Yudi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LAZISMU sebagai mitra Program GENTING serta Pemerintah Desa Kelabat yang telah mendukung dan memfasilitasi terwujudnya bantuan tersebut.

Dalam kegiatan yang dihadiri Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepulauan Bangka Belitung, Kepala OPD KB Kabupaten Bangka Barat, Ketua TP PKK Kabupaten Bangka Barat, Kepala Desa Kelabat, dan Camat Parit Tiga itu, turut diserahkan paket sembako bagi keluarga berisiko stunting, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.

Kolaborasi ini memperlihatkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam mempercepat penurunan stunting. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lembaga sosial, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat untuk memastikan intervensi menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Melalui bantuan tersebut, keluarga penerima manfaat diharapkan semakin mudah memperoleh air bersih dan mampu menjaga kesehatan lingkungan tempat tinggal. Pemerintah desa dan masyarakat juga diimbau untuk merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Program GENTING menjadi salah satu upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting. Kolaborasi LAZISMU dan Pemerintah Desa Kelabat diharapkan dapat berlanjut melalui dukungan lain yang menyentuh kebutuhan dasar keluarga.

Penyediaan air bersih di Desa Kelabat menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan makanan bergizi, tetapi juga kondisi lingkungan dan kualitas hidup keluarga. Sinergi berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.(*)