Babel Policy Forum 2026 Dorong Evaluasi Kebijakan Prabowo, Nasib Ekonomi Babel Jadi Sorotan

PANGKALPINANG, BERINDO.ID – Masa depan ekonomi Bangka Belitung di tengah tantangan sektor pertimahan dan kebutuhan diversifikasi ekonomi menjadi salah satu isu penting dalam Babel Policy Forum 2026 di Sun Hotel Pangkalpinang, Senin (26/10/2026).

Forum bertema “Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo” dengan tajuk “Babel Menilai, Indonesia Maju” itu mempertemukan kalangan akademisi dan mahasiswa untuk membahas pelaksanaan kebijakan nasional serta relevansinya terhadap kebutuhan pembangunan daerah.

banner dalam.jpg

Diskusi yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut menghadirkan Direktur Pascasarjana Universitas Pertiba, Dr. Juhari, S.E., M.M., dan Ketua Majelis Hukum PWM Babel, Dr. Faisal, S.H., M.H. Adapun moderator diskusi adalah Dr. Widya Handini, B.Sc., M.Sc., dosen Institut Pahlawan 12.

Kegiatan ini digagas Ahmad Rama Afrizal, S.E., M.M., Ketua Umum DPW Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Bangka Belitung sekaligus Founder Babel Mendunia.

Salah satu persoalan yang mengemuka adalah bagaimana Bangka Belitung menata masa depan ekonominya di tengah ketergantungan terhadap sektor pertambangan timah. Pengelolaan sumber daya alam, perlindungan lingkungan, dan dampak kegiatan pertambangan terhadap kehidupan masyarakat menjadi bagian dari pembahasan mengenai arah pembangunan daerah.

Di sisi lain, potensi kelautan dan ekonomi biru dinilai dapat menjadi alternatif penggerak perekonomian. Pengembangan perikanan, pemanfaatan potensi pesisir, serta pembukaan peluang usaha baru membutuhkan kebijakan yang terintegrasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ahmad Rama Afrizal menekankan pentingnya evaluasi kebijakan pemerintah secara berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan nasional perlu dilihat tidak hanya dari program yang diluncurkan, tetapi juga dari pelaksanaannya dan manfaat yang dirasakan masyarakat di daerah.

Penguatan ekonomi lokal, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan Bangka Belitung.

Dalam kesempatan itu, Rama juga mengapresiasi sejumlah program pemerintah selama kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program yang disoroti antara lain ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), pendidikan, investasi, infrastruktur, dan kesehatan.

Berdasarkan laporan pemerintah yang dipublikasikan pada Oktober 2026, cadangan pangan disebut mencapai 5,2 juta ton, sementara program MBG dilaporkan telah menjangkau 62 juta penerima manfaat.

Pada sektor investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sebesar Rp3.923,2 triliun selama Oktober 2024 hingga September 2026. Investasi tersebut dilaporkan menyerap 5.485.944 tenaga kerja.

Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program nasional. Namun, dalam konteks Bangka Belitung, tantangan berikutnya adalah memastikan kebijakan dan investasi mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah, membuka kesempatan kerja, serta memperluas sumber pendapatan masyarakat.

Babel Policy Forum 2026 diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan yang mendorong mahasiswa berpartisipasi dalam diskusi kebijakan publik. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memperkaya perspektif dan menghadirkan solusi terhadap persoalan pembangunan.

Melalui tajuk “Babel Menilai, Indonesia Maju”, forum tersebut mengajak berbagai elemen masyarakat untuk terus mengkaji kebijakan pemerintah, mengidentifikasi tantangan daerah, dan merumuskan gagasan pembangunan yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan Bangka Belitung.(*)