Tak Hanya Menyajikan Berita, SMSI Babel Dorong Mahasiswa Melek Ekonomi Digital

PANGKALPINANG, BERINDO.ID – Peran perusahaan pers di era digital dinilai perlu melampaui aktivitas pemberitaan. Edukasi publik, terutama bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan teknologi dan ekonomi, menjadi bagian penting yang perlu diperkuat.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Abu Bakar Usman, dalam kegiatan SMSI Bangka Belitung Goes to Campus di Auditorium Sofyan Tsauri, Universitas Muhammadiyah, Selasa (20/10/2026).

banner dalam.jpg

Mengangkat tema “Revolusi Ekonomi Digital: Memahami Aset Kripto dan Transformasi Keuangan Masa Depan”, kegiatan ini mengajak mahasiswa memperluas wawasan mengenai perkembangan ekonomi digital, termasuk aset kripto yang memerlukan pemahaman terhadap mekanisme, regulasi, dan risiko investasi.

Abu Bakar mengatakan, perusahaan media siber memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mencerdaskan masyarakat. Karena itu, SMSI tidak ingin membatasi perannya hanya pada penyampaian informasi, tetapi juga berkontribusi melalui program edukasi yang menyentuh langsung kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Perkumpulan pemilik media siber ini tidak semata-mata bertugas memublikasikan pemberitaan dan menyampaikan informasi kepada khalayak. Kami juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada adik-adik mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Abu Bakar, generasi muda perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mengambil keputusan secara bijak. Dalam konteks investasi digital, pemahaman tersebut menjadi penting untuk menghindari tawaran yang berpotensi merugikan.

Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak terjun ke investasi kripto hanya karena mengikuti tren atau tergiur keuntungan. Pengetahuan mengenai aturan dan risiko harus menjadi pertimbangan sebelum seseorang memutuskan untuk berinvestasi.

“Jangan sampai kita menjadi pelaku investasi kripto, tetapi tidak mengetahui regulasinya, sehingga akhirnya terjebak investasi bodong,” katanya.

Untuk memperluas jangkauan edukasi, SMSI Bangka Belitung menyiapkan program SMSI Go to School dan SMSI Go to Campus sebagai salah satu program unggulan periode 2026–2030.

Melalui program Go to School, SMSI merencanakan kunjungan ke SMA dan SMK di berbagai wilayah Bangka Belitung pada 2027. Sementara itu, program Go to Campus diarahkan untuk memperkuat interaksi dengan mahasiswa melalui kegiatan edukatif yang diharapkan tidak berhenti pada teori, tetapi juga melibatkan praktik di lapangan.

“Pada 2027, akan ada banyak program di lapangan. Kita tidak hanya berbicara teori, tetapi langsung praktik,” tutur Abu Bakar.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni M. Nizam dari bagian pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan pelindungan konsumen; Vincent Salaka, Head of Marketing OSL Indonesia; serta M. Berlansyah, Founder DigiCoreTech.

Keterlibatan narasumber dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai transformasi keuangan digital. Dengan demikian, peserta tidak hanya mengenal perkembangan aset kripto, tetapi juga memahami pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi berbagai produk dan penawaran investasi.

Bagi SMSI Bangka Belitung, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih kritis dan cakap digital. Di tengah arus informasi yang semakin cepat, kemampuan memilah informasi dan memahami konsekuensi keputusan finansial menjadi bekal penting bagi generasi muda.

Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pihak terkait, SMSI berharap literasi digital dapat berkembang menjadi gerakan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan pers dalam menjawab tantangan masyarakat di era ekonomi digital.(B*/Wp)