BerandaBangka BelitungPangkalpinangSMSI Babel Gelar Seminar Literasi Aset Kripto dan Ekonomi Digital, Ingatkan Mahasiswa: Tak Cukup Ikut Tren — Pahami Risikonya!
PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Universitas Bangka Belitung (UBB) menyelenggarakan Seminar Literasi Aset Kripto dan Ekonomi Digital di Gedung FKIK UBB, Selasa (22/9/2026). Kegiatan ini digelar bukan sekadar mengenalkan kemudahan teknologi, melainkan menyadarkan masyarakat agar tidak terjebak tren investasi tanpa memahami risiko di baliknya.
Ketua SMSI Babel, Bardian Zakaria, menyatakan perkembangan ekonomi digital tidak bisa dihindari. Namun, kemajuan teknologi harus diimbangi peningkatan literasi agar mahasiswa maupun masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, melainkan memahami manfaat sekaligus risiko yang menyertainya.
“Semakin canggih teknologi, semakin tinggi pula risiko yang kita hadapi. Setiap langkah di bidang keuangan punya risiko. Jangan hanya melihat kemudahannya, pahami juga risikonya,” ujar Bardian.
Kegiatan ini mengusung kolaborasi empat pilar: media, akademisi, regulator, dan industri. Wakil Rektor III UBB, Hamsani serta Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan, Muhammad Faisal Akbar, hadir mewakili pimpinan kampus.
Sementara narasumber yang dihadirkan meliputi Presiden Direktur Pintu, Andy Putra, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Rifki Ismail, Asisten Manager Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Moh Sahrul Nizam, serta Head of DigiCoreTech, Haiqal.
Peserta didominasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Bisnis Digital UBB angkatan 2024–2025. Mereka memperoleh pemahaman menyeluruh tentang aset kripto, regulasi, teknologi, hingga perlindungan konsumen.
Bardian menegaskan, keterlibatan berbagai pihak ini penting karena isu ekonomi digital tidak bisa dilihat dari satu sisi saja.
“BI menjaga stabilitas moneter, OJK melindungi masyarakat dari risiko keuangan, Pintu menghadirkan pengalaman praktis dunia kripto, dan akademisi memberikan landasan keilmuan,” tuturnya.
Ia berharap generasi muda tidak sekadar menelan informasi yang beredar di media sosial. Sebaliknya, mereka mampu memilah fakta, memahami mekanisme, dan mengambil keputusan investasi berbasis pengetahuan yang memadai.
“Harapan kami sederhana: mahasiswa dan warga Bangka Belitung semakin melek digital, semakin bijak memahami aset kripto, dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” tambahnya.
Wakil Rektor III Universitas Bangka Belitung, Hamsani menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, pembahasan ekonomi digital sangat relevan bagi mahasiswa karena teknologi telah menyatu dengan kehidupan sehari-hari maupun perkembangan perekonomian.
Bagi SMSI Babel, kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat literasi publik melalui kolaborasi lintas sektor. Di tengah derasnya arus informasi investasi, kemampuan memakai teknologi saja tidak cukup, masyarakat juga harus melek risiko.(B*/Wp)