PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Pemerintah Kota Pangkalpinang mendorong kawasan pangan terpadu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang dikembangkan tidak hanya sebagai lahan produktif, tetapi juga menjadi kawasan agrowisata yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pangkalpinang Agustu Afendi usai menghadiri penanaman perdana padbi gogo dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) Program Pembinaan dan Pemberdayaan Lapas Pangkalpinang di Kawasan Pangan Terpadu Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Selasa (6/10/2026).
Agustu mengatakan Pemkot Pangkalpinang mengapresiasi program yang melibatkan jajaran Kantor Wilayah Pemasyarakatan serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) tersebut.
Menurut dia, program pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan Lapas sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Pangkalpinang, khususnya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi daerah.
“Kami dari Pemerintah Kota mengapresiasi kegiatan ini. Ke depan kami akan mendukung program ini,” kata Agustu.
Ia menilai kawasan pangan terpadu tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi agrowisata di Kota Pangkalpinang.
Pengembangan kawasan itu, kata dia, tidak hanya berdampak terhadap aktivitas pembinaan warga binaan dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi daerah.
“Mudah-mudahan ke depan Kota Pangkalpinang ini menjadi salah satu destinasi agrowisata dan juga meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Pangkalpinang,” ujarnya.
Agustu menjelaskan Pemkot Pangkalpinang akan memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan kerja sama tersebut. Asisten Pemerintahan dan Kesra berperan dalam koordinasi kerja sama daerah, sementara aspek teknis pelaksanaan akan dikawal perangkat daerah terkait.
“Kami hadir bersama Pak Asisten II karena memang ini ada kaitannya. Kalau Asisten I terkait dengan tim koordinasi kerja sama daerah, bagaimana kerja sama yang kita lakukan di lapangan. Teknis pelaksanaannya nanti dikawal Asisten II,” jelasnya.
Selain penanaman padi gogo, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang digagas Lapas Kelas IIA Pangkalpinang.
Agustu mengapresiasi jajaran Kantor Wilayah Pemasyarakatan serta Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang Febri atas inisiatif tersebut.
Ia berharap program yang juga menjadi bagian dari implementasi proyek kepemimpinan Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang itu dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Semoga implementasinya menjadi yang terbaik dan kegiatan desa binaan yang dilaksanakan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dapat berjalan dengan baik dan lancar untuk membangun masyarakat Pangkalpinang yang lebih sejahtera,” katanya.
Pemkot Pangkalpinang, lanjut Agustu, memastikan dukungan terhadap program tersebut akan terus diberikan, terutama agar kawasan pangan terpadu dapat berkembang menjadi ruang produktif yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat.
Program tersebut diharapkan menjadi salah satu model kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pemasyarakatan, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pangan sekaligus membuka potensi ekonomi baru di Kota Pangkalpinang.(B*/Wp)








