Dessy Ayutrisna: Setetes Darah, Satu Harapan, Jadikan Donor Darah Suatu Kebiasaan, Bukan Sekadar Acara

PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan donor darah sebagai kebiasaan berkelanjutan, bukan hanya dilakukan saat peringatan hari besar. Ajakan itu disampaikannya saat memeriahkan kegiatan donor darah rangkaian HUT ke-81 PMI Kota Pangkalpinang, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kantor PMI Kota Pangkalpinang ini menargetkan terkumpul 225 kantong darah dari para pendonor sukarela. Setiap peserta juga mendapatkan paket makanan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasinya.

banner dalam.jpg

Dessy menegaskan, pemenuhan kebutuhan darah di kota ini bukan semata-mata tugas PMI, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga.

“Kita harap PMI terus bersemangat mengadakan kegiatan ini. Namun inisiatif tak boleh hanya datang dari PMI, masyarakat juga harus peduli dan turut membantu sesama,” ujar Dessy.

Mengusung tema “Peduli Bergerak Bersama”, peringatan HUT PMI ke-81 ini menjadi pengingat bahwa tindakan sederhana seperti mendonorkan darah membawa dampak luar biasa bagi nyawa orang lain.

“Setetes darah sungguh sangat berarti, satu kantong darah pun luar biasa manfaatnya. Apa yang kita berikan hari ini bisa menjadi harapan hidup bagi mereka yang sedang berjuang,” tambahnya.

Dessy berharap semangat berbagi tidak luntur setelah acara selesai. Ketersediaan darah yang stabil setiap hari sangat dibutuhkan warga Pangkalpinang.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal menyampaikan kebutuhan darah di wilayah ini mencapai 60 hingga 70 kantong setiap harinya. Meskipun antusiasme masyarakat dinilai cukup baik, PMI terus mendorong kesadaran agar orang-orang mau mendonorkan darah secara rutin dan sukarela.

“Alhamdulillah, antusiasme warga Pangkalpinang cukup tinggi. Kami berharap kesadaran ini makin tumbuh sehingga donor darah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” kata Iqbal.

Ia juga menyampaikan pesan khusus bagi pemilik golongan darah rhesus negatif. Meskipun permintaannya tidak muncul setiap hari, PMI tetap mengajak mereka untuk terdaftar agar dapat segera dihubungi sewaktu-waktu dibutuhkan.

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum memperkuat gerakan donor darah sukarela. Seperti dikatakan Dessy: kebaikan tak harus dimulai dari hal besar, satu kantong darah yang disumbangkan hari ini sudah cukup untuk menyelamatkan nyawa seseorang.(B*/Wp)