PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Di bawah rimbunnya pepohonan Taman Mandara, Kamis pagi (24/9/2026), suasana berbeda dari biasanya. Tak hanya kicau burung yang terdengar, tapi tawa warga, tawar-menawar ramah, dan senyum lega terpancar dari wajah ibu-ibu yang memegang kantong beras segar serta sayuran hijau baru dipetik.
Di tengah keramaian itu berdiri Susanti Saparudin, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pangkalpinang. Ia tak sekadar hadir, ia memimpin, menyapa, memastikan setiap warga mendapat apa yang dibutuhkan.
Ini bukan bazar biasa. Di satu tempat, warga bisa membeli beras dengan harga terjangkau, membeli sayuran segar langsung dari Kelompok Wanita Tani, memborong produk buatan tangan ibu-ibu rumah tangga, sekaligus memeriksa kesehatan secara gratis.
“Kami tahu, saat ini tidak mudah. Harga-harga terus naik, dan setiap rupiah yang dipegang warga terasa semakin berharga,” ujar Susanti, suaranya tenang namun tegas.

Kegiatan ini lahir dari arahan Wali Kota Saparudin, digelar bertepatan dengan Hari Jadi Kota Pangkalpinang ke-269. TP PKK berkolaborasi dengan Dinas Pangan dan Pertanian menghadirkan Gerakan Pangan Murah, Bazar UP2K, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis, tiga manfaat dalam satu tempat.
Namun bagi Susanti, ada makna yang lebih dalam dari sekadar jual beli murah.

“Lihatlah mereka, ibu-ibu yang berdiri di balik meja penjualan. Mereka bukan sekadar pedagang. Mereka adalah pejuang rupiah. Ibu rumah tangga yang bangkit, berusaha, berjuang menghidupi keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi lingkungannya sendiri,” tuturnya.
Itulah mengapa bazar ini dirancang dua arah: meringankan pengeluaran warga yang membeli, sekaligus menambah pendapatan ibu-ibu yang menjual. Dari KWT datang sayuran segar, dari UP2K dan UMKM datang aneka produk buatan tangan.
Sementara warga yang datang tak hanya berhemat, tapi pulang dengan harapan lebih. Susanti memperhatikan antrean yang memanjang sejak pagi. Wajah-wajah yang tadi tampak cemas kini berubah cerah.
“Hari ini kita melihat geliat masyarakat. Mereka datang, mereka antusias — itu bukti bahwa kehadiran kita sangat dibutuhkan. Di tengah impitan ekonomi, di tengah harga yang terus meningkat, kegiatan seperti ini adalah salah satu solusi yang bisa kami tawarkan,” tambahnya.
Dan ini bukan sekadar acara sekali jadi. Sesuai arahan Wali Kota, Susanti menegaskan: gerakan ini akan terus berjalan.
“Harapan kami, manfaatnya dirasakan lebih luas. Kami akan datang ke tempat-tempat lain, ke wilayah-wilayah yang paling membutuhkan. Kegiatan ini akan sering kami lakukan, bersama mitra-mitra, agar tak ada warga yang tertinggal,” jelas Susanti.
Saat matahari mulai meninggi, Taman Mandara perlahan sepi. Namun jejaknya tetap ada, di tas belanja warga, di senyum ibu-ibu penjual yang menghitung hasil penjualan.
“Dimana warga membutuhkan, di sana PKK akan hadir,” ucapnya.
Karena bagi Susanti, setiap ibu yang kuat, setiap keluarga yang sejahtera, itulah fondasi kota yang kokoh.(B*/WP)








