Bukan Ajakan Beli, Tapi Waspada! Andy Putra Buka Fakta Dunia Kripto di Depan Mahasiswa

PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Potensi keuntungan ratusan kali lipat memang nyata di dunia aset kripto, namun nilainya bisa luruh sekejap mata. Presiden Direktur Pintu, Andy Putra, secara khusus mengingatkan mahasiswa di Bangka Belitung agar tidak menjadikan tren dan iming-iming keuntungan sebagai alasan utama berinvestasi.

Pesan tegas ini disampaikan saat Andy menjadi narasumber dalam Seminar Literasi Aset Kripto dan Ekonomi Digital yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Babel bersama Universitas Bangka Belitung (UBB), Selasa (22/9/2026) di Gedung FKIK UBB.

banner dalam.jpg

“Kami tidak mengajak membeli, melainkan mengajak memahami. Literasi adalah dasar paling utama sebelum mengambil keputusan investasi,” ujar Andy di hadapan ratusan mahasiswa.

Andy menjelaskan aset kripto adalah aset digital berbasis teknologi blockchain, dengan Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital” karena jumlahnya dibatasi maksimal 21 juta keping. Namun di balik beragam jenis aset, mulai dari altcoin, token utilitas, hingga aset dunia nyata (RWA).

“Harganya bisa melesat dalam hitungan jam, tapi bisa hilang dalam detik. Jangan karena FOMO. Kita harus tahu dan yakin apa yang kita beli, Investasi itu selalu ada dua sisi: ada keuntungan, pasti ada risiko. Tidak ada yang hanya untung saja,” ungkap Andy.

Dengan kapitalisasi pasar global sekitar US$2,6 triliun, masih di bawah nilai pasar emas maupun raksasa teknologi seperti Apple, industri kripto terus tumbuh.

Indonesia pun masuk peringkat ketujuh negara dengan adopsi tertinggi, dengan jumlah investor mencapai sekitar 22 juta orang, mayoritas berusia muda.

Kenaikan minat ini disambut baik, namun Andy menegaskan harus diimbangi kewaspadaan. Sejak pengawasan beralih ke OJK, industri kripto di Indonesia memasuki fase regulasi lebih ketat, termasuk kewajiban menjaga keamanan dana konsumen.

“Pastikan bertransaksi di platform yang sudah berizin di Indonesia. Kalau tidak ada izin, tidak ada perlindungan,” peringatnya.

Pintu sendiri kini telah melayani lebih dari 12 juta unduhan dengan lebih dari 500 jenis token yang tersedia. Namun, semakin banyak pilihan bukan berarti semakin mudah memilih.

Andy menekankan keputusan investasi harus lahir dari riset sendiri, bukan rekomendasi orang lain atau sekadar mengikuti apa yang ramai dibahas di media sosial.

“Investasi boleh dilakukan sejak muda, tapi keputusannya harus lahir dari pengetahuan, bukan dari dengar-dengar. Pelajari, pahami risikonya, baru tentukan langkahmu,” pesannya menutup sesi.

Pesannya menjadi penegasan utama seminar: semakin besar iming-iming keuntungan, semakin dalam pemahaman yang harus dimiliki sebelum terjun.(B*/Wp)