PANGKALPINANG, BERINDO.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan bantuan bedah rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) meningkat menjadi sekitar 500 unit pada 2027. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi program serupa tahun ini yang mencapai 327 rumah.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Pangkalpinang Bartholomeus Suharto mengatakan, usulan peningkatan kuota tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Perumahan V Sumatera.
“Kalau bisa meningkat dari 300 sekarang ini ke angka 500 tahun depan,” kata Bartholomeus di Pangkalpinang.
Ia menjelaskan, 327 rumah yang masuk program tahun ini merupakan hasil pendataan Pemerintah Kota Pangkalpinang bersama kecamatan dan kelurahan. Selain itu, terdapat usulan dari sejumlah kementerian serta aspirasi DPR.
Program tersebut merupakan bantuan stimulan perumahan swadaya yang kini dikenal sebagai program bedah rumah. Pemerintah pusat memberikan bantuan sebesar Rp20 juta untuk setiap penerima, terdiri atas Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah.
Namun, bantuan tersebut bukan pembiayaan penuh pembangunan rumah. Penerima tetap diwajibkan menyediakan dana atau tenaga swadaya agar proses perbaikan rumah dapat diselesaikan sesuai ketentuan.
“Dana stimulan, sehingga perlu ada dana tambahan, swadaya dari penerima calon penerima bantuan,” ujarnya.
Bartholomeus mengatakan, persoalan swadaya menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan realisasi program. Sebab, masih ada masyarakat yang mengira bantuan perumahan diberikan dalam bentuk rumah yang sudah selesai dan siap ditempati.
Menurut dia, calon penerima perlu memahami bahwa program tersebut merupakan bantuan stimulan. Karena itu, dukungan keluarga maupun sumber daya lain yang dimiliki penerima dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan.
“Jangan nanti sudah disetujui tiba-tiba mundur dan sebagainya, sayang kan. Jadi ini kesempatan,” katanya.
Hingga pekan lalu, sebanyak 86 dari 327 rumah yang masuk program bedah rumah di Pangkalpinang dilaporkan telah selesai. Sisanya masih dalam proses pengerjaan.
Program tersebut tersebar di tujuh kecamatan di Kota Pangkalpinang. Pemerintah daerah berharap dukungan masyarakat terhadap skema swadaya dapat mempercepat penyelesaian seluruh rumah yang telah mendapatkan bantuan.
“Kalau kita memang semangat, mungkin dengan bantuan keluarga, dari anaknya, dari keluarga, bisa mendukung,” ujar Bartholomeus.
Selain bedah rumah, Pemkot Pangkalpinang juga tengah mendorong penambahan hunian vertikal melalui pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Bartholomeus menyebut permintaan terhadap Rusunawa masih tinggi. Saat ini sekitar 139 unit telah terisi, sementara sebagian hunian lainnya masih membutuhkan perawatan dan perbaikan sebelum dapat digunakan.
Pemkot Pangkalpinang telah berkoordinasi dengan Balai Sumatera V dan Satuan Kerja Perumahan di Bangka Belitung untuk mengusulkan perbaikan maupun pembangunan Rusunawa baru.
Usulan tersebut tidak hanya diarahkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok nelayan, tetapi juga untuk mendukung pengembangan kawasan industri di wilayah Ketapang.
“Harapan kita supaya ada pembangunan Rusunawa di Pangkalpinang,” kata Bartholomeus.
Menurutnya, Rusunawa di kawasan industri nantinya dapat menjadi alternatif hunian bagi pekerja sehingga kebutuhan tempat tinggal dapat mengikuti perkembangan kawasan ekonomi baru di Pangkalpinang.(B*/Wp)








