Bukan Sekadar Juara, Taekwondo Pelajar Pangkalpinang Didorong Bentuk Karakter

PANGKALPINANG, BERINDO.ID – Kompetisi taekwondo tingkat pelajar di Kota Pangkalpinang tidak hanya diarahkan untuk melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter generasi muda melalui nilai sportivitas, disiplin, solidaritas dan sikap saling menghargai.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pangkalpinang Juhaini saat mewakili Wali Kota Pangkalpinang pada penutupan Piala Wali Kota Cup Cabang Olahraga Taekwondo Tingkat Pelajar Se-Kota Pangkalpinang 2026 di GOR Depati Bahrein, Minggu (4/10/2026).

banner dalam.jpg

“Pada dasarnya kegiatan ini merupakan ajang pembelajaran dan pengembangan sikap dan kepribadian para atlet kalangan pelajar, seperti sikap saling menghargai, saling menghormati, solidaritas dan toleransi,” kata Juhaini saat membacakan sambutan Wali Kota Pangkalpinang.

Menurut dia, kompetisi olahraga memang memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan dan bersaing memperebutkan prestasi. Namun, proses yang berlangsung selama pertandingan juga memiliki nilai penting dalam pembentukan mental peserta didik.

Melalui pertandingan, para atlet pelajar belajar menerima kemenangan maupun kekalahan, menghormati lawan, mematuhi aturan serta menjaga sportivitas.

Karena itu, Piala Wali Kota Cup Taekwondo Tingkat Pelajar dipandang sebagai bagian dari aktivitas pengembangan peserta didik, khususnya dalam menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga.

Juhaini mengatakan pemerintah daerah akan terus mendorong kegiatan olahraga pelajar agar dapat menjadi ruang pembinaan yang berkelanjutan.

Selain mengukur kemampuan atlet, kompetisi juga diharapkan mampu meningkatkan semangat peserta didik untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

“Harapan kami Piala Wali Kota Cup cabang olahraga taekwondo tingkat pelajar ini menjadi ajang pencarian bibit atlet berbakat dari kalangan peserta didik,” ujarnya.

Ia menambahkan pembinaan atlet perlu dilakukan sejak dini sehingga potensi yang muncul dalam kompetisi pelajar dapat terus dikembangkan melalui latihan dan pertandingan yang berjenjang.

Dalam kesempatan tersebut, Juhaini juga mengingatkan atlet yang berhasil meraih prestasi agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang diperoleh harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.

Sementara bagi atlet yang belum berhasil meraih juara, ia meminta agar tidak berkecil hati dan menjadikan hasil pertandingan sebagai pengalaman untuk memperbaiki kemampuan pada kompetisi berikutnya.

“Teruslah berjuang karena event-event yang akan datang masih banyak peluang untuk meraih prestasi,” katanya.

Juhaini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kompetisi, mulai dari panitia, wasit dan juri, petugas keamanan, tim medis, pelatih hingga para atlet.

Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh selama kompetisi tidak berhenti di arena pertandingan, tetapi turut diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, olahraga tidak hanya menghasilkan atlet yang memiliki kemampuan bertanding, tetapi juga generasi muda yang memiliki karakter, mental kuat dan mampu menghargai orang lain.(B*/Wp)