Saparudin: Gema Ekraf II, Kuliner dan Karya Lokal Jadi Motor Ekonomi Pangkalpinang

PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Festival Gema Ekraf II Pangkalpinang yang digelar di Taman Wilhelmina, Kelurahan Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, bukan sekadar panggung memamerkan karya kreatif.

Acara yang dibuka resmi Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, ini menjadi bukti nyata kebangkitan ekonomi daerah, di mana capaian ekonomi dan kreativitas kota dalam delapan bulan pertama 2026 telah melampaui target satu tahun penuh, dengan penjualan pelaku usaha yang juga melampaui capaian tahun lalu.

banner dalam.jpg

Dihadiri Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna dan Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, pembukaan festival berlangsung hangat pada Senin sore (24/8/2026) diiringi semangat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Dalam wawancara eksklusif bersama awak media, Saparudin menegaskan festival ini lahir untuk menguatkan semangat para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif agar terus berkarya dan mengembangkan usaha hingga memperoleh nilai ekonomi yang layak.

“Kita melihat banyak kreasi kuliner baru bermunculan, yang tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Kita ingin memastikan setiap hasil kreativitas mereka bisa bernilai ekonomi,” ujar Saparudin.

Ia menambahkan, meski masih ada dampak dinamika ekonomi global, perputaran ekonomi di Pangkalpinang berjalan semakin baik dan menunjukkan tren positif.

Pemerintah kota juga mengapresiasi dukungan penuh Bank Indonesia serta para sponsor yang bersinergi mewujudkan kegiatan ini.

“Dengan adanya Festival Gema Ekraf ini tentunya ingin membangkitkan, terus menguatkan teman-teman kita para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus berkreasi, kemudian mengembangkan usaha mereka sehingga mendapatkan nilai ekonomi dari hasil kreativitas mereka. Khususnya di Pangkalpinang ini kan tempatnya kuliner,” tambahnya.

Tidak hanya itu, festival ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan bakat di bidang musik dan seni, sehingga ekosistem kreativitas tumbuh menyeluruh.

Ditanya mengenai perkembangan UMKM di Pangkalpinang, Saparudin menyampaikan hasil evaluasi yang menggembirakan.

“Alhamdulillah pertumbuhan UMKM ini meningkat. Kemudian juga kegiatan-kegiatan, baik itu kegiatan UMKM, kegiatan seni, maupun kegiatan olahraga, event-event di Kota Pangkalpinang, dalam 8 bulan ini sudah melebihi target 1 tahun dari kegiatan yang kita canangkan,” ungkapnya.

Meski tetap merasakan dampak ekonomi global, Saparudin menuturkan, perputaran ekonomi di Pangkalpinang berjalan semakin baik dan terus menunjukkan tren positif.

Hal ini menjadi harapan besar bagi daerah untuk terus bangkit dan tumbuh melalui kekuatan ekonomi kreatif serta dukungan seluruh elemen masyarakat.(B*/Ws)