PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Suasana berbeda terlihat di Taman Mandara, Pangkalpinang, Jumat (4/9/2026). Bukan rapat, bukan pula seremoni pemerintahan yang kaku. Pagi itu, tawa dan sorak menggema ketika jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang menutup rangkaian lomba dan laga eksibisi antarperangkat daerah.
Di tengah suasana santai itu, Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin bersama Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna tampak menikmati momen kebersamaan dengan jajaran aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat daerah.

Beragam perlombaan menjadi pemecah suasana. Tarik tambang berlangsung penuh semangat. Peserta saling bertahan, menarik tali sekuat tenaga, sementara rekan-rekan mereka memberikan dukungan dari pinggir arena.
Tak kalah mengundang tawa, lomba sepak bola karung dan loncat karung juga menghadirkan pemandangan yang jauh dari kesan formal birokrasi.
Para peserta yang biasanya ditemui di balik meja pelayanan publik, hari itu harus berlari dengan kaki terbungkus karung, terjatuh, bangkit kembali, lalu tertawa bersama.

Saparudin dan Dessy Ayutrisna tidak sekadar hadir sebagai pimpinan daerah. Keduanya ikut menyatu dalam suasana yang dibangun melalui olahraga dan permainan rakyat tersebut.
Taman Mandara pun berubah menjadi ruang perjumpaan antara pimpinan dan jajaran perangkat daerah. Tidak ada sekat jabatan. Yang terlihat adalah semangat saling mendukung, bercanda dan menikmati kebersamaan.
Bagi Pemkot Pangkalpinang, kegiatan semacam ini menjadi lebih dari sekadar perlombaan.Di balik tarik tambang dan lomba karung, ada pesan tentang bagaimana membangun kekompakan aparatur.
Sebab, pelayanan pemerintahan tidak hanya membutuhkan kemampuan bekerja, tetapi juga soliditas dan komunikasi antarpersonal.
Kebersamaan yang terbangun dalam suasana informal diharapkan dapat terbawa ke lingkungan kerja.
Saparudin sebelumnya menekankan pentingnya membangun kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Menurutnya, jajaran perangkat daerah harus memiliki semangat yang sama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Karena itu, kegiatan di Taman Mandara menjadi semacam jeda dari rutinitas birokrasi.ASN yang sehari-hari berkutat dengan program, anggaran, administrasi dan pelayanan masyarakat mendapatkan ruang untuk tertawa bersama.
Pesan yang muncul sederhana, pemerintahan juga membutuhkan rasa kebersamaan.Terlebih, Taman Mandara yang menjadi lokasi kegiatan tidak hanya diposisikan sebagai ruang terbuka, tetapi juga diarahkan menjadi ruang publik yang dapat mempertemukan masyarakat dan berbagai aktivitas kota.
Dari arena perlombaan itulah terlihat wajah lain pemerintahan, lebih cair, dekat dan manusiawi.
Saparudin dan Dessy bersama jajaran perangkat daerah seolah menunjukkan bahwa membangun Pangkalpinang bukan hanya soal program dan kebijakan, tetapi juga tentang membangun orang-orang yang menjalankannya.
Dan pagi itu, Taman Mandara menjadi saksi bahwa kebersamaan bisa dimulai dari hal sederhana, sebuah permainan, tawa, dan semangat untuk menang bersama.(B*/Ws)








