Peningkatan HIV/AIDS, Pemkot Pangkalpinang Kerahkan Pencegahan Sampai ke Tingkat RT dan RW

PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Di tengah keberhasilan menekan kasus malaria dan tuberkulosis, Pemerintah Kota Pangkalpinang justru memfokuskan upaya khusus menahan laju peningkatan kasus HIV/AIDS yang cenderung mengkhawatirkan. Pencegahan tidak lagi hanya mengandalkan fasilitas kesehatan, melainkan didorong turun sampai ke tingkat kecamatan, kelurahan hingga lingkungan RT dan RW.

Pernyataan ini disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda, Agustu Efendi, mewakili Sekretaris Daerah dalam Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Pemanfaatan Dana Kelurahan untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (PP ATM) di Sun Hotel Pangkalpinang, Selasa (15/9/2026).

banner dalam.jpg

“Kalau dari sisi AIDS memang kita lihat ada peningkatan persentase. Yang kita khawatirkan justru dari sisi AIDS-nya,” tegas Agustu.

Ia menegaskan penanganan tidak bisa berhenti di puskesmas atau rumah sakit. Dana kelurahan akan dimanfaatkan secara strategis untuk penyuluhan, sosialisasi, serta deteksi dini langsung di tengah masyarakat, guna mencegah penularan menyebar lebih luas.

Sementara itu, capaian terhadap dua penyakit lain menunjukkan hasil yang menggembirakan. Malaria sudah relatif terkendali dan masuk wilayah yang mempertahankan status eliminasi, sementara kasus tuberkulosis terus bergerak menurun.

“Malaria sudah terkendali, kasusnya kecil dan alhamdulillah nyaris tidak ada lagi. TBC pun turun. Hanya HIV/AIDS yang justru naik, ini yang harus kita waspadai,” jelasnya.

Sebanyak 15 kelurahan, kecamatan, dan Puskesmas telah dikerahkan dalam program RSSH (Resilient and Sustainable Systems for Health) guna membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Kelurahan, Puskesmas, dan kecamatan harus turun ke warga. Dana kelurahan dipakai untuk meningkatkan kesadaran, agar risiko dapat diketahui dan dicegah sejak dini,” ujarnya.

Agustu menekankan pengendalian ketiga penyakit bukan tugas Dinas Kesehatan semata. Tantangannya kini beragam: mempertahankan pencapaian malaria, melanjutkan penurunan TBC, sekaligus menahan laju kenaikan HIV/AIDS, semua butuh keterlibatan seluruh lapisan masyarakat agar pencegahan benar-benar menyentuh setiap warga.(B*/Wp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *