Pangkalpinang Bangun SMP Negeri 11, Antisipasi Pertumbuhan Penduduk

PANGKALPINANG, BERINDO.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, membangun Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 11 di kawasan Selindung untuk mengantisipasi pertumbuhan penduduk sekaligus memenuhi kebutuhan kapasitas pendidikan di wilayah pengembangan baru.

Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan pembangunan SMP Negeri 11 menjadi kebutuhan mendesak seiring pertumbuhan penduduk Kota Pangkalpinang yang mencapai sekitar 4-5 persen setiap tahun.

banner dalam.jpg

“Pembangunan SMP ini memang satu keharusan karena pertumbuhan penduduk. Di Kota Pangkalpinang masih belum cukup kapasitas SMP, sehingga kita membutuhkan sekolah baru,” kata Saparudin usai peletakan batu pertama pembangunan SMP Negeri 11 di Selindung, Rabu (2/9/2026).

Ia mengatakan SMP Negeri 11 merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan di kawasan yang mengalami pertumbuhan permukiman dan jumlah penduduk.

Selain SMP Negeri 11 di Selindung, Pemkot Pangkalpinang juga merencanakan pembangunan SMP Negeri 12 di kawasan Kampak-Tuatunu. Pemerintah daerah juga mengidentifikasi kebutuhan pembangunan satu sekolah dasar di kawasan tersebut.

“Di daerah Selindung ini memang wilayah pengembangan. Kemudian daerah Kampak dan Tuatunu juga menjadi daerah pertumbuhan baru. Karena itu kita membutuhkan SMP 11 dan SMP 12, serta satu SD,” ujarnya.

Saparudin menargetkan pembangunan SMP Negeri 11 dapat rampung pada Desember 2026 sehingga sekolah tersebut dapat mulai menerima peserta didik baru pada tahun ajaran 2027.

Pada tahap awal, SMP Negeri 11 ditargetkan memiliki kapasitas tiga rombongan belajar (rombel). Pemkot selanjutnya akan mengusulkan penambahan ruang kelas baru kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk menyesuaikan kebutuhan peserta didik.

“Yang penting tahun depan anak-anak kita sudah bisa belajar dan sekolah ini bisa menerima murid baru. Kemudian kita akan meminta penambahan ruang belajar baru,” katanya.

Menurut dia, pembangunan sarana pendidikan juga harus diikuti dengan pemenuhan tenaga pendidik. Pemkot Pangkalpinang mencatat masih membutuhkan sekitar 120 guru untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, termasuk untuk sekolah baru.

Kebutuhan tersebut semakin besar karena terdapat guru yang memasuki masa pensiun setiap tahun dengan jumlah rata-rata sekitar 30 orang.

“Kita kekurangan sekitar 120 guru di Kota Pangkalpinang untuk memenuhi kebutuhan SMP yang baru ini, termasuk SMP Negeri 11, SMP Negeri 12, SD, dan guru-guru yang pensiun,” katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkot Pangkalpinang akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk mengoptimalkan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang memiliki latar belakang pendidikan.

Saparudin mengatakan pemerintah daerah juga menyiapkan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) guna mendukung pemenuhan dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Pangkalpinang, Saparudin mengatakan usulan tersebut masih dalam proses di kementerian melalui dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ia menjelaskan salah satu tahapan yang masih perlu diselesaikan adalah normalisasi lahan karena kondisi tanah di lokasi rencana pembangunan cukup miring.

“Prosesnya sedang pengadaan karena tahun ini kita tidak ada pengadaannya. Insyaallah tahun depan,” katanya.

Saparudin berharap pembangunan SMP Negeri 11 dapat memperkuat pemerataan akses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari penataan fasilitas publik di kawasan pertumbuhan baru Kota Pangkalpinang.

“Mudah-mudahan SMP Negeri 11 ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pendidikan di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.(*B/Ws)