Andrian Samallo Pimpin PWI Bangka Tengah, Bawa Visi Digitalisasi Desa

KOBA, BERINDO.ID — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bangka Tengah masa bakti 2026–2029 resmi dikukuhkan dalam pelantikan yang digelar di Gedung Diklat BKPSDMD Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (27/8/2026).

Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mohammad Fathurrakhman, memimpin langsung prosesi pelantikan sekaligus menyampaikan arahan strategis bagi kepengurusan baru.

banner dalam.jpg

Fathurrakhman, menekankan bahwa Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bukan sekadar formalitas, melainkan benteng utama bagi anggota PWI agar tetap patuh pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menjalankan tugas.

Ia berharap PWI Bangka Tengah mampu menjalin kolaborasi luas dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, dan elemen masyarakat, serta menjaga kekompakan agar menjadi mitra strategis pembangunan daerah.

“Jaga kekompakan. Mari bersama-sama membangun Bangka Tengah dan menjadikan PWI sebagai mitra strategis pemerintah,” pesan Fathurrakhman di hadapan para pengurus dan tamu undangan.

Sementara itu, Ketua PWI Bangka Tengah yang baru, Andrian Samallo, menegaskan amanah ini akan dijalankan secara profesional dan berintegritas.

PWI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan rumah bersama untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjaga etika, dan memperkuat solidaritas.

Salah satu program unggulan yang akan didorong adalah digitalisasi website desa dan pelatihan penulisan berita desa, guna membantu pemerintah desa menyebarluaskan informasi pembangunan, potensi daerah, pelayanan publik, dan aktivitas masyarakat secara lebih cepat, akurat, dan terpercaya.

“Kami berkomitmen membangun hubungan harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan. Kemitraan yang sehat akan memperkuat fungsi pers sebagai penyampai informasi, media edukasi, kontrol sosial, sekaligus mitra pembangunan,” ujar Andrian.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, turut hadir dan memberikan dukungan penuh.

Algafry berharap PWI menjadi wadah yang menampung aspirasi sekaligus meningkatkan kapasitas wartawan.

“Kalau ada pelatihan dari PWI, pemerintah daerah bisa membantu. Silakan diusulkan,” tegasnya.

Algafry juga mengingatkan pentingnya sinergi antara wartawan dan pemerintah, dengan prinsip “seribu kawan masih kurang, satu musuh itu mengerikan”.(B*/Ws)