PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kampung Meleset, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang, menjadi momentum bagi Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan menjaga persatuan.
Dessy menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kampung Meleset, Selasa (25/8/2026).
Dalam sambutannya, Dessy mengapresiasi masyarakat yang tetap konsisten menggelar peringatan Maulid Nabi setiap tahun.
Ia menilai antusiasme warga dalam kegiatan keagamaan tersebut semakin meningkat.
“Alhamdulillah kita bisa bersama-sama berada di Kampung Meleset dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ujar Dessy.
Dessy mengatakan, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan.
“Lebih jauh, momentum tersebut harus menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai keteladanan Rasulullah telah diterapkan dalam kehidupan,” tuturnya.
Dessy menyebutkan sejumlah akhlak Nabi Muhammad SAW yang dapat menjadi pedoman, mulai dari sifat penyayang, lemah lembut, menjaga persaudaraan, menjunjung persatuan hingga menghidupkan semangat gotong royong.
Salah satu nilai yang menurutnya penting untuk diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat adalah kepedulian terhadap kebersihan.
Dessy menegaskan kebersihan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Pangkalpinang. Namun, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat, agar warga tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di lahan kosong yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah.
“Kami mohon bantuan masyarakat. Jangan membuang sampah sembarangan. Kalau setiap kampung, kelurahan dan kecamatan bersih, InShaAllah Kota Pangkalpinang juga akan bersih,” katanya.
Menurutnya, menjaga kebersihan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat dari lingkungan terkecil akan memberikan dampak besar terhadap kebersihan kota secara keseluruhan.
Selain kebersihan, Dessy mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang beredar di media sosial maupun di tengah masyarakat, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban sehingga kondisi Kota Pangkalpinang tetap aman dan kondusif.
“Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang sedang viral. Mari kita jaga ketertiban dan keamanan bersama,” ujarnya.
Di hadapan warga Kampung Meleset, Dessy juga menyampaikan permohonan doa kepada para orang tua dan sesepuh masyarakat.
Dessy menuturkan, pemerintah masih terus melakukan pembenahan di berbagai sektor, termasuk memenuhi kebutuhan penerangan jalan di sejumlah kawasan.
“Mohon doa agar kami terus bisa berbenah. Masih banyak yang harus diperbaiki, termasuk lampu jalan. Tetapi kami terus berusaha,” katanya.
Dessy menjelaskan, pembangunan fasilitas publik harus dilakukan secara bertahap karena penggunaan anggaran pemerintah harus mengikuti ketentuan dan kemampuan keuangan daerah.
“Sejumlah titik, telah mendapat pemasangan lampu penerangan dan secara bertahap akan dilanjutkan ke lokasi lainnya,” ungkapnya.
Dalam wawancara, Dessy menyebut makna Maulid Nabi adalah introspeksi diri, apakah kita sudah meneladani sifat-sifat mulia beliau. Nilai-nilai seperti persatuan, gotong royong, kelembutan, dan ketegasan juga menjadi semangat yang dijalankan pemerintah kota dalam melayani masyarakat.
“Semoga dengan semangat keteladanan dan kebersamaan, Pangkalpinang menjadi kota yang bersih, aman, dan semakin maju untuk kita semua,” harapnya.
Kalau kita bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan dan kebersihan, Kota Pangkalpinang akan semakin maju. Harapan masyarakat juga mudah-mudahan dapat terus kita penuhi.(B*/Ws)