PANGKALPINANG, BERINDO.ID — Festival Gema Ekraf ke-2 digelar meriah di Taman Wilhelmina, Kelurahan Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Senin (24/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian agenda besar Explore Babel 2026, yang tak sekadar hiburan, melainkan mesin penggerak ekonomi kreatif dan kebangkitan perekonomian daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bangka Belitung, Rommy Sariu Tamawiwy, dalam wawancara dengan awak media menegaskan bahwa Gema Ekraf 2026 bukan sekadar ajang berkarya, melainkan sarana membangun kebahagiaan masyarakat sekaligus memperkuat roda perekonomian daerah.
“Kegiatan ini memberi panggung bagi talenta lokal. Pemenang lomba di Gema Ekraf nantinya akan mendapatkan kesempatan tampil di puncak acara Explore Babel pada 28–30 Agustus mendatang,” ujar Rommy.
Rangkaian kegiatan Explore Babel 2026 yang telah berjalan sejak April ini mencatat capaian membanggakan, angka penjualan telah melampaui capaian tahun lalu.
Meski belum menyebutkan nominal spesifik, hal ini menjadi indikator kuat bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi daerah mulai menguat di tengah berbagai tantangan.
“Transaksi belanja, daya beli masyarakat artinya kalau ada penjualan, ada pembelian, berarti masyarakat punya uang untuk membeli. Ini sinyal bahwa ekonomi kita telah mulai bangkit,” jelas Rommy.
Pilar utama keberhasilan kegiatan ini terletak pada semangat sinergi dan kolaborasi. Rommy menekankan, tidak ada pihak yang bisa berjalan sendiri-sendiri.
Semangat “Serumpun Sebalai”, identitas asli masyarakat Bangka Belitung, menjadi landasan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat untuk memajukan daerah bersama-sama.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Rujukan sinergi kolaborasi yang tepat itu ada di Bangka Belitung, karena namanya Serumpun Sebalai. Kalau sendiri-sendiri kita enggak bisa, dengan bersama kita bisa,” tegasnya.

Bank Indonesia terus memperkuat sinergi ini bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang dan seluruh pemangku kepentingan. Gema Ekraf 2026 digelar sebagai wujud komitmen bersama memperluas ruang berkarya bagi generasi muda sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis potensi dan kearifan lokal.
Lebih dari sekadar festival, Gema Ekraf menjadi ajang pencarian dan pengembangan bakat. Para peserta dan pemenang lomba mendapatkan kesempatan emas untuk tampil di panggung yang lebih luas, puncak acara Explore Babel 2026 yang akan digelar pada 28–30 Agustus 2026.
“Selain menginspirasi ekonomi kreatif, ini event penting untuk membangun kebahagiaan masyarakat. Bisa menikmati musik, menikmati kuliner, dan kegiatan ekonomi akan terus menggeliat. Pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi juga akan terdampak,” tambah Rommy.
Dengan capaian yang telah melampaui target, Festival Gema Ekraf 2026 membuktikan bahwa kreativitas, kolaborasi, dan semangat kebersamaan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi daerah yang tangguh, berkelanjutan, dan berakar pada kearifan lokal Bangka Belitung.(B*/Ws)








