PANGKALPINANG, BERINDO.ID – Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyiapkan bantuan seragam sekolah dan biaya personal pendidikan bagi 1.000 peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang Darwin mengatakan, bantuan tersebut direncanakan disalurkan pada September 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pangkalpinang.
“Insya Allah mungkin di bulan September, bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Pangkalpinang, akan kita sampaikan kepada peserta didik yang memang berhak menerima,” kata Darwin seusai kegiatan pemberian bantuan seragam sekolah bagi siswa kurang mampu di SMKN 2 Pangkalpinang, Kamis (20/8/2026).
Darwin menjelaskan, program tersebut sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang. Sebanyak 1.000 peserta didik akan menjadi penerima bantuan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
Dari jumlah tersebut, sekitar 720 bantuan diperuntukkan bagi siswa jenjang SD dan SMP, sementara 280 bantuan lainnya dialokasikan untuk peserta didik jenjang PAUD.
Selain seragam lengkap, Pemkot Pangkalpinang juga memberikan bantuan biaya personal pendidikan. Untuk siswa SD, bantuan tersebut sekitar Rp800 ribu, sedangkan siswa SMP mendapatkan sekitar Rp1 juta dalam bentuk tabungan pendidikan.
Darwin menegaskan, program tersebut berbeda dengan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) atau Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bersumber dari pemerintah pusat.
“Ini lain lagi. KIP dari pemerintah pusat, sedangkan ini dari APBD kita,” ujarnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, penerima harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya memiliki keterangan tidak mampu, belum menerima bantuan pendidikan lainnya, serta merupakan penduduk Kota Pangkalpinang yang dibuktikan melalui kartu keluarga (KK) orang tua.
Pemkot Pangkalpinang juga membuka peluang keterlibatan pihak swasta untuk turut berkontribusi dalam memperluas dukungan terhadap peserta didik dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, terkait kegiatan pemberian bantuan pendidikan yang berlangsung di SMKN 2 Pangkalpinang pada Kamis, Darwin menyebut kegiatan tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang bersumber dari bantuan Baznas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Bantuan tersebut menyasar peserta didik jenjang SMA dan SMK, yang secara kewenangan berada di bawah pemerintah provinsi, meskipun sekolah penerima berada di wilayah administratif Kota Pangkalpinang.(B*/Ws)








